Memulai Zero Waste Lifestyle
Sekitar dua bulan yang lalu, tanpa sengaja saya menonton video youtube Maurilla Imron yang membahas tentang minimalism. Entah kenapa saat itu seolah saya tersihir dengan semua penjelasan mbak Maurilla dan langsung sadar kalau selama ini saya terlalu banyak menimbun barang yang dibeli karena lucu-lucuan saja. Sepertinya hampir semua videonya tentang minimalism, zero waste, dan diy sudah saya tonton dalam waktu 3 hari saja haha. Thanks to mbak Muriel sudah menyadarkan saya.
Sejak saat itu, saya ingin memulai untuk menerapkan konsep minimalism dan zero waste lifestyle. Saya sebenarnya suka mikir kok telat banget ya, padahal sudah ada yang menerapkan gaya hidup ini selama 5 tahun. Tapi lebih baik terlambat daripada terus nambah sampah di dunia kan? Disini saya akan menceritakan apa saja yang sudah saya lakukan untuk memulai gaya hidup zero waste dulu ya, karena saya juga masih cari-cari tahu lebih dalam tentang konsep minimalism. Kalo dibilang zero waste engga juga sih, lebih ke less waste mungkin ya.
Hal-hal yang akan saya jelaskan dibawah ini merupakan cara paling mudah bagi pemula untuk menerapkan zero waste lifestyle. Terkadang sesekali kita lupa, tapi it's okay karena masa transisi memang tidak selalu mudah dan belum terbiasa. Berikut adalah hal-hal yang telah saya terapkan pada diri sendiri terkait dengan konsep 5R Waste Management:
1. REFUSE
Langkah mudah untuk menerapkan refuse adalah dengan mengatakan "ngga usah, saya bawa sendiri" untuk barang sekali pakai seperti kantong plastik belanja, sedotan, dan cutlery. Tiga barang tersebut yang menurut saya paling mudah untuk ditinggalkan sih. Kendalanya memang terkadang kita lupa membawanya, tetapi ada beberapa cara yang saya lakukan untuk meminimalisir kalimat "yah tapi ketinggalan".
Saya memiliki 4 buah tas belanja yang bisa dilipat kecil. Saya menyimpan tas belanja 1 buah pada kendaraan dan 1 buah dalam tas yang sering saya pakai hampir setiap hari untuk berjaga-jaga bila sewaktu-waktu harus berbelanja. Kalau memang niat grocery shopping siapkan 2-3 tas belanja besar ya.
Saya memilih untuk menggunakan stainless straw karena perawatannya mudah. Saya membawanya dalam tas yg dipakai setiap hari, habis dibersihkan langsung masukkan lagi biar ngga kelupaan. Kalaupun lupa, saya memilih untuk langsung minum dari gelasnya. It's so simple!
Untuk cutlery ini saya juga sering ngga bawa sih, lebih sering dulu waktu masih kuliah karena suka take away makanan terus makan di kampus. Jarang juga menemukan tempat yang menggunakan non-reuseable cutlery kecuali take away, jadi kita bisa menolaknya pada saat memesan. Atau lebih pilih ngga jajan ya biar kantong juga aman hehe
2. REDUCE
Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menerapkan reduce, diantaranya:
- Memisahkan barang yang sudah tidak digunakan dalam waktu lama, kemudian donasikan atau menjualnya. Bisa jadi yang tidak kita butuhkan akan berguna bagi orang lain.
- Fokus untuk belanja sesuatu apapun yang benar-benar dibutuhkan, dan memilih barang yang less packaging semampunya. Think twice kalau ingin membeli sesuatu!
- Membeli dengan kemasan besar, karena biasanya untuk keperluan sehari-hari sering tidak ada pilihan lain selain membeli barang dalam kemasan plastik. Selain less waste, harganya juga akan lebih murah.
- Buy secondhand, ini sering sekali saya lakukan. Selain dapat harga lebih murah dengan kualitas yang masih bagus, kita juga dapat memperpanjang lifetime suatu barang.
3. REUSE
Intinya menggunakannya lagi, lagi, dan lagi sampai benar-benar tidak dapat dialihkan kegunaannya. Contoh yang saya maksud adalah misalkan kita punya baju yang sudah tidak layak pakai, lalu baju itu dialihfungsikan menjadi lap dapur sampai memang harus dibuang. Selain itu, repair broken items! Tapi memang ini sudah jadi budaya ya di Indonesia untuk memperbaiki barang-barang yang rusak terlebih dahulu.
4. RECYCLE
Recycle merupakan pilihan terakhir jika tidak bisa diterapkan refuse, reduce, dan reuse. Recycle adalah kegiatan reprocess, namun hal ini sepertinya akan sulit saya lakukan dan memang bukan solusi utama untuk mengurangi sampah. Sehingga, saya memilih untuk mengurangi sampah yang harus dilakukan recycle nantinya dengan tiga langkah sebelumnya .
5. ROT
Solusi terakhir ini belum saya lakukan ya tapi sudah mulai ada keinginan, ini merupakan langkah untuk mengolah sisa sampah organik dengan melakukan composting. Agak sulit untuk menerapkan pemilahan sampah dirumah karena harus melibatkan seluruh penghuni rumah dan juga saya masih mencari tahu cara melakukan composting yang mudah. Nanti kita bahas lagi ya...
Mulailah dari diri sendiri dulu dengan perubahan-perubahan kecil biar ngga terasa berat saat melakukannya. Semoga kita bisa lebih mencintai bumi kita!

Comments
Post a Comment