Review Sikat Gigi Bambu

Sekitar satu bulan yang lalu, tepat saatnya harus ganti sikat gigi, saya mulai mengganti sikat gagi plastik yang biasa saya pakai dengan sikat gigi bambu. Menurut artikel kesehatan dan modal tanya ke temen calon dokter gigi, sebaiknya sikat gigi diganti setiap 3 bulan sekali. Tetapi ada beberapa orang yang masa waktu 2 bulan bulu sikat gigi sudah rusak, intinya maksimal 3 bulan sudah harus diganti karena akan berakibat pada kesehatan gigi yang terganggu.

Nah, awalnya masih ragu saat akan mengganti dengan sikat gigi bambu karena kalau liat foto-foto produk sikat gigi bambu dengan bulu sikat berbahan nylon itu terlihat keras dan sakit saat digunakan. Tapi setelah dipikir lagi dengan alasan mengurangi sampah plastik akhirnya memutuskan untuk membeli sikat gigi bambu yang saya dapat dari toko online zing store. Terdapat dua macam warna bulu sikat yang dijual.
Bulu Sikat Gigi Warna Hitam dan Beige

Saya bahas yang warna beige dulu ya. Jadi yang warna beige ini lebih lembut gitu ibarat sikat gigi konvensional itu tingkatnya ultra soft. Karena ngerasa kok lembut banget ya, saya iseng sikat bagian gusi dan ga berasa sakit sama sekali. Mungkin yang ini cocok untuk kalian yang memiliki gigi dan gusi sensitif yang kadang suka berdarah jika terkena bulu sikat terlalu keras.



Kemudian, untuk yang warna hitam ini satu tingkat lebih keras dari warna beige. Jika diibaratakan sikat gigi konvensional mungkin tingkatnya soft. Tetap nyaman digunakan, saya sendiri lebih suka menggunakan yang warna hitam karena memang terbiasa menggunakan sikat gigi yang soft. Kalau saya nyebutnya lebih berasa “sikat gigi” jika menggunakan yang warna hitam.


Tetapi, memang tingkat kekerasan sikat gigi kembali lagi senyamannya pengguna ya. Keduanya tetap nyaman dan aman digunakan. Dulu sempat kepikiran, apa ngga jamuran ya kan bahannya kayu? Tetapi setelah penggunaan selama sebulan ini ngga berjamur sama sekali tanpa dijemur ya.

Bentuk gagang sikat gigi ini pipih dan memiliki ukuran yang pas untuk digenggam. Pada awal pemakaian sikat gigi ini akan mengeluarkan aroma wangi khas bambu. Ukuran bulu sikat nylonnya pun pas tidak terlalu besar ataupun kecil, seperti ukuran sikat konvensional.

Tips dari saya, setiap selesai penggunaan gantungkan pada tempat sikat gigi yang berbentuk gantungan atau bisa diletakkan dalam wadah yang berjaring bagian bawahnya. Hal itu dilakukan untuk menghindari bagian gagang sikat yang terendam sisa air. Meskipun sikat gigi bambu ini cepat kering, tetapi jika terendam sisa air tetap akan lembab dan berpotensi tumbuhnya jamur.

Yuk mulai ganti sikat gigi plastikmu

Langkah Kecil Menyelamatkan Bumi :)


Comments